Perkembangbiakan Generatif Tumbuhan Dan Manfaatnya
1. Tumbuhan yang sering dimanfaatkan sebagai bahan makanan. Misalnya : singkong, ubi jalar, padi dan lain-lain.
2. Hewan dan manusia memperoleh manfaat dari tumbuhan.
3. Manfaat tumbuhan bagi manusia, antara lain:
a. Sumber energi bagi manusia.
b. Sumber vitamin untuk menjaga kesehatan tubuh.
c. Sumber oksigen untuk bernapas.
d. Pengikat air tanah.
e. Peneduh dan memperindah kehidupan di bumi.
4. Manfaat tumbuhan bagi hewan, yaitu sebagai sumber energi bagi hewan.
5. Tumbuhan adalah produsen penghasil cadangan makanan dan sumber oksigen untuk bernapas dan melindungi bumi dari sengatan sinar matahari.
6. Beberapa hal yang akan terjadi jika tidak ada tumbuhan adalah manusia dan hewan tidak memiliki sumber makanan dan bumi akan gersang sehingga kehidupan akan berakhir.
7. Perkembangbiakan generatif (secara kawin) dilakukan melalui proses penyerbukan dan pembuahan.
8. Proses perkembangbiakan generatif :
a. Perkembangbiakan generatif pada tumbuhan diawali dengan penyerbukan, yaitu melekatnya atau jatuhnya serbuk sari ke kepala putik.
b. Setelah terjadi penyerbukan, pada serbuk sari tumbuh buluh serbuk sari yang menuju ke ruang bakal biji. Kemudian serbuk sari akan masuk ke ruang bakal biji melalui buluh serbuk sari.
c. Di dalam ruang bakal biji terjadi pembuahan, yaitu peleburan serbuk sari (sel kelamin jantan atau spermatozoid) dengan kepala putik (sel kelamin betina atau sel telur).
d. Hasil dari pembuahan adalah zigot.
e. Zigot berkembang menjadi lembaga, bakal biji berkembang menjadi biji dan bakal buah, kemudian bakal buah berkembang menjadi daging buah.
f. Lembaga yang berada di dalam biji merupakan calon tumbuhan baru.
9. Bagian-bagian bunga (Perhatikan gambar di bawah ini)
9.
Perkembangbiakan Vegetatif Tumbuhan Dan Manfaatnya
1. Perkembangbiakan secara vegetatif adalah Perkembangbiakan tanpa melalui perkawinan atau aseksual.
2. Ada dua kelompok tumbuhan dengan perkembangbiakan secara vegetatif, yaitu:
a. vegetatif alami
Pada proses vegetatif alami, makhluk hidup baru terbentuk tanpa bantuan manusia antara lain dengan cara :
ü Membelah diri contohnya ganggang hijau.
ü Spora contohnya tumbuhan paku, jamur, dan ganggang
ü Akar tinggal (Rizoma) contohnya jahe, lengkuas, temulawak, kunyit, dan rumput
ü Umbi lapis contohnya bawang merah, bawang bombai, bawang putih, bunga bakung, dan bunga tulip.
ü Umbi batang contohnya ubi jalar dan kentang
ü Umbi akar contohnya bunga dahlia dan wortel
ü Geragih/stolon contohnya arbei, pegagan, semanggi dan suket teki
ü Tunas contohnya bambu dan pisang.
b. vegetatif buatan.
Pada proses vegetatif buatan, makhluk hidup baru terbentuk dengan bantuan manusia antara lain dengan cara :
ü Mencangkok contoh tanaman buah-buahan
ü Setek batang contohnya ketela pohon, mawar dan sirih
ü Setek daun contohnya cocor bebek, begonia, dan sri rejeki (Sansevieria sp)
ü Merunduk contohnya sirih merah
ü Okulasi/menempel contohnya pohon mangga
ü Mengenten / sambung pucuk
ü
Perkembangbiakan Hewan ( T1 ST2 PB1)
1. Berkembang biak adalah suatu kemampuan makhluk hidup untuk memperbanyak jenisnya, atau menghasilkan keturunan.
2. Tujuan berkembang biak untuk mempertahankan jenisnya sehingga terhindar dari kepunahan.
3. Hewan mengalami kepunahan karena pemanfaatan bagian tubuh hewan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia.
4. Pemanfaatan bagian tubuh hewan dapat mengganggu keseimbangan ekosistem.
5. Perkembangbiakan hewan dapat di bedakan menjadi dua macam yaitu secara
a. Perkembangbiakan Vegetatif (tak kawin)
Perkembangbiakan Vegetatif terjadi tanpa peleburan Sel Kelamin Jantan dan Betina. Perkembangbiakan Vegetatif biasanya terjadi pada hewan tingkat rendah atau tidak bertulang belakang.
Perkembangbiakan Vegetatif (tak kawin) terdiri dari :
ü Membelah Diri (fragmentasi)
Hewan yang bersel tunggal berkembang biak dengan cara membelah diri, tidak dengan cara kawin. Contohnya, amoeba dan bintang laut. Pembelahan pertama kali tejadi pada inti sel, kemudian bagian tubuh lain ikut membelah. Pembelahan ini menghasilkan dua sel yang kembar. Tiap sel hasil pembelahan menjadi individu baru yang dapat tumbuh dan berkembang biak.
ü Tunas.
Perkembangbiakan dengan cara pembentukan tunas antara lain terjadi pada Hydra. Hydra merupakan hewan yang tidak bertulang belakang. Hydra hidup pada air tawar. Pada tubuh Hydra dewasa akan muncul tonjolan. Tonjolan tersebut akan terus tumbuh dan membesar. Kemudian, akan terbentuk mulut dan lengan (tentakel). Tunas yang belum dewasa ini mendapatkan makanan dari tubuh induknya. Ketika setelah cukup besar, tunas itu akan terlepas dari tubuh induknya. Tunas yang terlepas akan tumbuh dan berkembang menjadi individu baru.
b. Perkembangbiakan Generatif (kawin)
Perkembangbiakan Generatif pada hewan secara kawin diawali dengan pembuahan. Pembuahan terjadi jika sel kelamin betina (sel telur) dan sel kelamin jantan (spermatozoid) berbaur (bersatu). Hasil pembuahan ini disebut zigot. Zigot adalah proses perkembangbiakan sebelum janin atau calon janin/embrio pada rahim wanita. Zigot tumbuh menjadi embrio (janin). Embrio inilah kelak menjadi keturunan baru.
Ada 3 cara perkembangbiakan Generatif hewan, di antaranya dengan cara
a. Melahirkan (vivipar)
Hewan yang melahirkan juga menghasilkan telur. Akan tetapi, telur tidak dikeluarkan dari tubuh. Telur tetap berada di dalam rahim hewan betina. Telur tersebut juga tidak terbungkus oleh cangkang atau kulit yang keras. Setelah telur itu dibuahi, telur akan tumbuh menjadi calon bayi dan tumbuh menjadi bayi yang sempurna. Selama itu pula hewan betina mengalami masa kehamilan. Setelah mencapai umur tertentu dalam kandungan, maka anak hewan dilahirkan. Anak hewan yang baru lahir diberi makan oleh induknya dengan cara menyusui. Contoh hewan vivipar sapi, kucing, kambing, dan singa. Hewan yang berkembangbiak dengan cara melahirkan memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
ü Memiliki daun telinga
ü Memiliki kelenjar susu
ü Mengalami masa mengandung
ü Memiliki rambut/ bulu yang halus
b. Bertelur (ovipar)
Pada hewan bertelur, pertumbuhan dan perkembangan embrio terjadi di luar tubuh induknya. Embrio itu dibungkus dan dilindungi oleh cangkang. Embrio di dalam telur ini dilengkapi dengan kuning telur (yolk). Kuning telur digunakan sebagai cadangan makanan untuk perkembangan embrio. Jika embrio telah tumbuh sempurna, telur akan menetas dan keluarlah individu baru. Ayam dan burung merupakan contoh hewan bertelur. Contoh hewan reptil (Reptil adalah binatang vertebrata yang berdarah dingin dan memiliki sisik yang menutupi tubuhnya) yang bertelur adalah penyu. Hewan yang berkembangbiak dengan cara bertelur memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
ü Tidak mempunyai daun telinga
ü Tidak mengalami masa mengandung
ü Tidak memiliki kelenjar susu
ü Mengerami telurnya
Berdasarkan tempat terjadinya pembuahan, hewan yang berkembang biak dengan cara bertelur dikelompokan menjadi dua jenis, yaitu:
ü Hewan bertelur yang pembuahannya terjadi di dalam tubuh hewan betina (Fertilisasi Internal). Pembuahan di dalam tubuh terutama terjadi pada kelompok reptilia (hewan melata), unggas, dan mamalia (hewan menyusui). Contohnya: ayam dan burung
ü Hewan bertelur yang pembuahannya terjadi di luar tubuh betina (Fertilisasi Eksternal). Pembuahan di luar tubuh terjadi karena penggabungan sel telur dan sperma terjadi di luar tubuh induknya. Contohnya: katak dan ikan
c. bertelur melahirkan (ovovivipar)
Pembuahan hewan ovovivivar terjadi di dalam tubuh hewan betina. Setelah terjadi pembuahan, di dalam tubuh hewan betina akan terbentuk telur. Zigot tumbuh menjadi embrio di dalam telur tersebut. Proses ini di namakan kehamilan. Setelah embrio tumbuh dengan sempurna di dalam telur, induk mengeluarkannya sebagai keturunan baru. Kadang-kadang, anak yang dikeluarkan masih terbungkus dalam cangkang telur. Contoh hewan ovovivipar adalah paus, ikan pari, dan beberapa jenis ular.
Upaya Pelestarian Hewan dan Tumbuhan
1. Kenapa pelestarian hewan dan tumbuhan langka perlu dilakukan? karena untuk mencegah terjadinya kepunahan hewan dan tumbuhan.
2. Ada beberapa upaya pelestarian yang dilakukan yaitu mendirikan tempat perlindungan bagi hewan dan tumbuhan langka.
3. Tujuan dari pelestarian sendiri tidak hanya mencegah kepunahan saja, tetapi juga untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan melestarikan keanekaragaman hayati.
4. Hewan dan tumbuhan sangat berguna bagi manusia. Selain untuk memenuhi kebutuhan hidup, juga berguna untuk Ilmu Pengetahuan.
5. Alam merupakan tempat belajar yang paling luas. Dari alam kita dapat belajar banyak hal. Maka dari itu harus ada cara pelestarian bagi tumbuhan dan hewan langka tersebut.
6. Upaya pelestarian Hewan dan Tumbuhan dapat dilakukan dengan cara:
a. Adanya Peraturan Perburuan Hewan Langka dan Penebangan Hutan.
Undang-undang perburuan bertujuan supaya hewan-hewan langka dapat dilestarikan. Bagi mereka yang melanggar akan mendapatkan hukuman yang setimpal. Dengan adanya peraturan penebangan hutan diharapkan hutan tidak cepat gundul dan beberapa tumbuhan yang langka dapat dilestarikan.
b. Pembudidayaan Hewan Langka
Cara yang dapat dilakukan untuk melestarikan hewan langka di antaranya pembudidayaan. Dengan membudidayakan hewan langka, jumlahnya akan semakin bertambah. Contoh budidaya yang sudah dilakukan adalah budidaya buaya. Kulit buaya digunakan untuk membuat kerajinan seperti tas, dan ikat pinggang. Barang-barang ini bernilai jual tinggi. Dengan adanya budidaya kebutuhan bahan dasar kerajinan terpenuhi dan keberadaannya tetap terjaga.
c. Membuat Suaka Margasatwa
Suaka Margasatwa adalah tempat untuk melindungi hewan-hewan liar yang hampir punah. Misalnya, untuk melindungi keberadaan badak jawa, dibuat Suaka Margasatwa di Ujung Kulon.
d. Membuat Kebun Binatang, Kebun Raya atau Taman Nasional
Kebun binatang dibangun untuk memperkenalkan kepada masyarakat jenis-jenis hewan yang dilindungi karena keberadaannya sudah hampir punah. Dengan adanya kebun binatang, kita dapat mempelajari berbagai jenis binatang yang terdapat di sana.
e. Membuat Cagar Alam
Cagar alam dibangun untuk melindungi jenis tumbuhan dan hewan yang dilindungi dan hampir punah. Di cagar alam terdapat berbagai jenis tumbuhan dan hewan yang dilindungi oleh pemerintah agar tidak mengalami kepunahan.
f. Tidak berburu hewan langka,
g. Menangkarkan hewan-hewan langka,
h. Mencari bahan alternatif sebagai pengganti bahan yang berasal dari hewan-hewan langka dengan menciptakan pengganti berbahan sintesis.
i. Khusus untuk pelestarian tumbuhan dapat dilakukan dengan cara
ü tidak menebang pohon sembarangan,
ü melakukan tebang pilih,
ü melakukan program reboisasi dengan menanam bibit tumbuhan yang sudah langka, dan
ü melakukan pemeliharaan tanaman dengan benar.
7. Beberapa tempat perlindungan beserta jenis tumbuhan atau hewan yang dilindungi sebagai berikut :
a. Suaka Margasatwa di Sukabumi, Jawa Barat.
Hewan yang dilindungi antara lain penyu hijau, banteng, kancil, rusa, babi hutan, burung rangkok, burung merak, dan biawak.
b. Cagar alam Dr. Moch. Hatta di padang, Sumatra Barat.
Tumbuhan yang dilindung antara lain : Rafflesia, Amorphophallus, dan Eugenia.
c. Taman Nasional Komodo di Nusa Tenggara Timur.
Tumbuhan yang dilindungi antara lain : kayu hitam dan bayur. Sementara itu, hewan yang dilindungi adalah komodo.
d. Kebun binatang Gembira Loka di Yogyakarta, Jawa Tengah.
Hewan yang dilindungi diantarannya Tapir dan Gajah.
e. Kebur raya di Bogor, Jawa Barat.
Tumbuhan yang dilindungi Bunga bangkai, tumbuhan paku, dan anggrek
f. Taman Nasional Alas Purwo di Banyuwangi, Jawa Timur.
Hewan yang dilindungi Ayam Hutan, Cekakak Jawa, Merak, Rangkok, dan Kangkareng.
g. Taman Nasional Gunung Ciremai di Cirebon, Jawa Barat.
Hewan yang dilindungi Pelanduk Jawa, Macan Tutul, Kukang Jawa, dan Pelanduk Jawa.