|
TEMA
|
SUB TEMA
|
PB
|
MATERI POKOK IPA
|
|
1
|
1
|
1
|
Mengamati tanaman dengan perkembangbiakan generatif dan manfaatnya
|
|
3
|
Mengamati tanaman di sekitar terkait perkembangbiakan vegetatif dan manfaatnya.
|
||
|
2
|
1
|
Membandingkan perkembangbiakan hewan yang ada di negara ASEAN menggunakan
diagram Venn.
|
|
|
3
|
Menjelaskan cara perkembangbiakkan ovipar, vivipar, dan ovovivipar.
|
||
|
3
|
1
|
Mendiskusikan pelestarian hewan.
|
|
|
3
|
Membuat poster tentang melestarikan tanaman/hewan
|
Perkembangbiakan Generatif Tumbuhan Dan Manfaatnya
1.
Tumbuhan yang sering dimanfaatkan sebagai bahan
makanan. Misalnya : singkong, ubi jalar, padi dan lain-lain.
2.
Hewan dan manusia
memperoleh manfaat dari tumbuhan.
3.
Manfaat tumbuhan bagi
manusia, antara lain:
a. Sumber energi bagi manusia.
b. Sumber vitamin untuk menjaga kesehatan tubuh.
c. Sumber oksigen untuk bernapas.
d. Pengikat air tanah.
e. Peneduh dan memperindah kehidupan di bumi.
4. Manfaat tumbuhan bagi hewan, yaitu sebagai sumber energi
bagi hewan.
5. Tumbuhan adalah produsen penghasil cadangan makanan dan
sumber oksigen untuk bernapas dan melindungi bumi dari sengatan sinar
matahari.
6. Beberapa hal yang akan terjadi jika tidak ada tumbuhan
adalah manusia dan hewan tidak memiliki sumber makanan dan bumi akan gersang
sehingga kehidupan akan berakhir.
7. Perkembangbiakan generatif (secara kawin) dilakukan
melalui proses penyerbukan dan pembuahan.
8. Proses
perkembangbiakan generatif :
a. Perkembangbiakan generatif pada tumbuhan diawali dengan
penyerbukan, yaitu melekatnya atau jatuhnya serbuk sari ke kepala putik.
b. Setelah terjadi penyerbukan, pada serbuk sari tumbuh
buluh serbuk sari yang menuju ke ruang bakal biji. Kemudian serbuk sari akan
masuk ke ruang bakal biji melalui buluh serbuk sari.
c. Di dalam ruang bakal biji terjadi pembuahan, yaitu
peleburan serbuk sari (sel kelamin jantan atau spermatozoid) dengan kepala
putik (sel kelamin betina atau sel telur).
d. Hasil dari pembuahan adalah zigot.
e. Zigot berkembang menjadi lembaga, bakal biji berkembang menjadi
biji dan bakal buah, kemudian bakal buah berkembang menjadi daging buah.
f. Lembaga yang berada di dalam biji merupakan calon
tumbuhan baru.
9. Bagian-bagian bunga
(Perhatikan gambar di bawah ini)
9.

Perkembangbiakan Vegetatif Tumbuhan Dan Manfaatnya
1. Perkembangbiakan secara
vegetatif adalah Perkembangbiakan tanpa
melalui perkawinan atau aseksual.
2. Ada dua kelompok tumbuhan dengan perkembangbiakan
secara vegetatif, yaitu:
a. vegetatif alami
Pada proses vegetatif alami, makhluk hidup baru terbentuk
tanpa bantuan manusia antara lain dengan cara :
ü Membelah diri contohnya ganggang hijau.
ü Spora contohnya tumbuhan paku, jamur, dan ganggang
ü Akar tinggal
(Rizoma) contohnya jahe, lengkuas, temulawak, kunyit, dan
rumput
ü Umbi lapis contohnya bawang merah, bawang
bombai, bawang putih, bunga bakung, dan bunga tulip.
ü Umbi batang contohnya ubi jalar dan kentang
ü Umbi akar contohnya bunga dahlia dan wortel
ü Geragih/stolon contohnya arbei, pegagan, semanggi dan suket teki
ü Tunas contohnya bambu dan pisang.
b.
vegetatif buatan.
Pada proses vegetatif buatan, makhluk hidup baru terbentuk dengan bantuan manusia antara lain
dengan cara :
ü Mencangkok contoh
tanaman buah-buahan
ü Setek batang
contohnya ketela pohon, mawar dan sirih
ü Setek daun contohnya cocor bebek, begonia, dan sri rejeki (Sansevieria sp)
ü Merunduk contohnya
sirih merah
ü Okulasi/menempel contohnya
pohon mangga
ü Mengenten /
sambung pucuk
Perkembangbiakan
Hewan ( T1 ST2 PB1)
1.
Berkembang biak adalah suatu kemampuan
makhluk hidup untuk memperbanyak jenisnya, atau menghasilkan keturunan.
2.
Tujuan berkembang biak untuk
mempertahankan jenisnya sehingga terhindar dari kepunahan.
3.
Hewan mengalami kepunahan karena
pemanfaatan bagian tubuh hewan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia.
4.
Pemanfaatan bagian tubuh hewan dapat
mengganggu keseimbangan ekosistem.
5.
Perkembangbiakan hewan dapat di bedakan
menjadi dua macam yaitu secara
a. Perkembangbiakan Vegetatif (tak kawin)
Perkembangbiakan Vegetatif terjadi tanpa peleburan Sel Kelamin Jantan dan
Betina. Perkembangbiakan Vegetatif biasanya terjadi pada hewan tingkat rendah
atau tidak bertulang belakang.
Perkembangbiakan Vegetatif (tak kawin) terdiri dari :
ü
Membelah Diri (fragmentasi)
Hewan
yang bersel tunggal berkembang biak dengan cara membelah diri, tidak dengan
cara kawin. Contohnya, amoeba dan bintang laut. Pembelahan pertama
kali tejadi pada inti sel, kemudian bagian tubuh lain ikut membelah. Pembelahan
ini menghasilkan dua sel yang kembar. Tiap sel hasil pembelahan menjadi
individu baru yang dapat tumbuh dan berkembang biak.
ü
Tunas.
Perkembangbiakan
dengan cara pembentukan tunas antara lain terjadi pada Hydra. Hydra merupakan
hewan yang tidak bertulang belakang. Hydra hidup pada air tawar. Pada tubuh
Hydra dewasa akan muncul tonjolan. Tonjolan tersebut akan terus tumbuh dan
membesar. Kemudian, akan terbentuk mulut dan lengan (tentakel). Tunas yang
belum dewasa ini mendapatkan makanan dari tubuh induknya. Ketika setelah cukup
besar, tunas itu akan terlepas dari tubuh induknya. Tunas yang terlepas akan
tumbuh dan berkembang menjadi individu baru.
b. Perkembangbiakan Generatif (kawin)
Perkembangbiakan Generatif pada hewan secara kawin diawali dengan pembuahan. Pembuahan
terjadi jika sel kelamin betina (sel telur) dan sel kelamin
jantan(spermatozoid) berbaur (bersatu). Hasil pembuahan ini disebut zigot. Zigot adalah proses
perkembangbiakan sebelum janin atau calon janin/embrio pada rahim wanita. Zigot
tumbuh menjadi embrio (janin). Embrio inilah kelak menjadi keturunan baru.
Ada 3 cara perkembangbiakan Generatif hewan, di antaranya dengan cara
a.
Melahirkan (vivipar)
Hewan
yang melahirkan juga menghasilkan telur. Akan tetapi, telur tidak dikeluarkan
dari tubuh. Telur tetap berada di dalam rahim hewan betina. Telur tersebut juga
tidak terbungkus oleh cangkang atau kulit yang keras. Setelah telur itu
dibuahi, telur akan tumbuh menjadi calon bayi dan tumbuh menjadi bayi yang
sempurna. Selama itu pula hewan betina mengalami masa kehamilan. Setelah
mencapai umur tertentu dalam kandungan, maka anak hewan dilahirkan. Anak hewan
yang baru lahir diberi makan oleh induknya dengan cara menyusui. Contoh hewan
vivipar sapi, kucing, kambing, dan singa. Hewan yang berkembangbiak dengan
cara melahirkan memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
ü Memiliki daun telinga
ü Memiliki kelenjar susu
ü Mengalami masa mengandung
ü Memiliki rambut/ bulu yang halus
b.
Bertelur (ovipar)
Pada
hewan bertelur, pertumbuhan dan perkembangan embrio terjadi di luar tubuh
induknya. Embrio itu dibungkus dan dilindungi oleh cangkang. Embrio di dalam
telur ini dilengkapi dengan kuning telur (yolk). Kuning telur digunakan sebagai
cadangan makanan untuk perkembangan embrio. Jika embrio telah tumbuh sempurna,
telur akan menetas dan keluarlah individu baru. Ayam dan burung merupakan
contoh hewan bertelur. Contoh hewan reptil (Reptil
adalah binatang vertebrata yang berdarah dingin dan memiliki sisik yang menutupi
tubuhnya) yang bertelur adalah penyu. Hewan yang berkembangbiak dengan
cara bertelur memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
ü Tidak mempunyai daun telinga
ü Tidak mengalami masa mengandung
ü Tidak memiliki kelenjar susu
ü Mengerami telurnya
Berdasarkan tempat terjadinya pembuahan, hewan yang berkembang biak dengan
cara bertelur dikelompokan menjadi dua jenis, yaitu:
ü Hewan bertelur yang pembuahannya terjadi di dalam tubuh hewan betina
(Fertilisasi Internal). Pembuahan di dalam tubuh terutama terjadi pada kelompok
reptilia (hewan melata), unggas, dan mamalia (hewan menyusui). Contohnya: ayam dan burung
ü Hewan bertelur yang pembuahannya
terjadi di luar tubuh betina (Fertilisasi Eksternal). Pembuahan di luar tubuh
terjadi karena penggabungan sel telur dan sperma terjadi di luar tubuh
induknya. Contohnya: katak dan ikan
c.
bertelur melahirkan (ovovivipar)
Pembuahan hewan ovovivivar terjadi di dalam tubuh hewan betina.
Setelah terjadi pembuahan, di dalam tubuh hewan betina akan terbentuk telur.
Zigot tumbuh menjadi embrio di dalam telur tersebut. Proses ini di namakan
kehamilan. Setelah embrio tumbuh dengan sempurna di dalam telur, induk
mengeluarkannya sebagai keturunan baru. Kadang-kadang, anak yang dikeluarkan
masih terbungkus dalam cangkang telur. Contoh hewan ovovivipar adalah paus, ikan pari, dan beberapa jenis ular.
Upaya Pelestarian
Hewan dan Tumbuhan
1.
Kenapa pelestarian hewan dan tumbuhan langka
perlu dilakukan? karena untuk mencegah terjadinya kepunahan hewan dan tumbuhan.
2.
Ada beberapa upaya pelestarian yang dilakukan
yaitu mendirikan tempat perlindungan bagi hewan dan tumbuhan langka.
3.
Tujuan dari pelestarian sendiri tidak hanya
mencegah kepunahan saja, tetapi juga untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan
melestarikan keanekaragaman hayati.
4.
Hewan dan tumbuhan sangat berguna bagi
manusia. Selain untuk memenuhi kebutuhan hidup, juga berguna untuk Ilmu Pengetahuan.
5.
Alam merupakan tempat belajar yang paling
luas. Dari alam kita dapat belajar banyak hal. Maka dari itu harus ada cara
pelestarian bagi tumbuhan dan hewan langka tersebut.
6. Upaya
pelestarian Hewan dan Tumbuhan dapat dilakukan dengan cara:
a. Adanya Peraturan Perburuan Hewan Langka
dan Penebangan Hutan.
Undang-undang
perburuan bertujuan supaya hewan-hewan langka dapat dilestarikan. Bagi mereka
yang melanggar akan mendapatkan hukuman yang setimpal. Dengan adanya peraturan
penebangan hutan diharapkan hutan tidak cepat gundul dan beberapa tumbuhan yang
langka dapat dilestarikan.
b. Pembudidayaan Hewan Langka
Cara
yang dapat dilakukan untuk melestarikan hewan langka di antaranya
pembudidayaan. Dengan membudidayakan hewan langka, jumlahnya akan semakin
bertambah. Contoh budidaya yang sudah dilakukan adalah budidaya buaya. Kulit
buaya digunakan untuk membuat kerajinan seperti tas, dan ikat pinggang.
Barang-barang ini bernilai jual tinggi. Dengan adanya budidaya kebutuhan bahan
dasar kerajinan terpenuhi dan keberadaannya tetap terjaga.
c. Membuat Suaka Margasatwa
Suaka
Margasatwa adalah tempat untuk melindungi hewan-hewan liar yang hampir punah.
Misalnya, untuk melindungi keberadaan badak jawa, dibuat Suaka Margasatwa di
Ujung Kulon.
d.
Membuat Kebun Binatang, Kebun Raya atau
Taman Nasional
Kebun
binatang dibangun untuk memperkenalkan kepada masyarakat jenis-jenis hewan yang
dilindungi karena keberadaannya sudah hampir punah. Dengan adanya kebun
binatang, kita dapat mempelajari berbagai jenis binatang yang terdapat di sana.
e.
Membuat
Cagar Alam
Cagar
alam dibangun untuk melindungi jenis tumbuhan dan hewan yang dilindungi dan
hampir punah. Di cagar alam terdapat berbagai jenis tumbuhan dan hewan yang
dilindungi oleh pemerintah agar tidak mengalami kepunahan.
f.
Tidak
berburu hewan langka,
g.
Menangkarkan
hewan-hewan langka,
h.
Mencari bahan alternatif sebagai pengganti bahan yang
berasal dari hewan-hewan langka dengan menciptakan pengganti berbahan sintesis.
i. Khusus
untuk pelestarian tumbuhan dapat dilakukan dengan cara
ü tidak
menebang pohon sembarangan,
ü melakukan
tebang pilih,
ü melakukan
program reboisasi dengan menanam bibit tumbuhan yang sudah langka, dan
ü melakukan
pemeliharaan tanaman dengan benar.
7. Beberapa tempat perlindungan beserta
jenis tumbuhan atau hewan yang dilindungi sebagai berikut :
a. Suaka
Margasatwa di Sukabumi, Jawa Barat.
Hewan
yang dilindungi antara lain penyu hijau, banteng, kancil, rusa, babi hutan,
burung rangkok, burung merak, dan biawak.
b. Cagar
alam Dr. Moch. Hatta di padang, Sumatra Barat.
Tumbuhan
yang dilindung antara lain : Rafflesia, Amorphophallus, dan Eugenia.
c. Taman
Nasional Komodo di Nusa Tenggara Timur.
Tumbuhan
yang dilindungi antara lain : kayu hitam dan bayur. Sementara itu, hewan
yang dilindungi adalah komodo.
d. Kebun
binatang Gembira Loka di Yogyakarta, Jawa Tengah.
Hewan
yang dilindungi diantarannya Tapir dan Gajah.
e. Kebur
raya di Bogor, Jawa Barat.
Tumbuhan
yang dilindungi Bunga bangkai, tumbuhan paku, dan anggrek
f. Taman
Nasional Alas Purwo di Banyuwangi, Jawa Timur.
Hewan
yang dilindungi Ayam Hutan, Cekakak Jawa, Merak, Rangkok, dan Kangkareng.
g. Taman
Nasional Gunung Ciremai di Cirebon, Jawa Barat.
Hewan
yang dilindungi Pelanduk Jawa, Macan Tutul, Kukang Jawa, dan Pelanduk
Jawa.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar